JawaPos.com – Menghadapi lawan yang membawa skema kembali tiga bisa dibilang bisa membuat kepala manajer Manchester City Pep Guardiola meledak.

Apalagi jika perumus skema tiga bek tersebut adalah Nuno Espirito Santo. Di Premier League musim lalu, Nuno Santo bersama timnya, Wolverhampton Wanderers, dua kali mengecoh Pep dengan skema tiga bek.

Secara keseluruhan, di berbagai ajang musim lalu, Pep menghadapi sembilan lawan yang menerapkan skema tiga bek. Pelatih berjuluk Filsuf itu hanya bisa mempersembahkan satu kemenangan. Yakni, saat The Citizens – sebutan Manchester City – mengalahkan Leicester City 1-0 matchweek Liga Premier ke-27. Enam pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Kekalahan City dari Manchester United di Liga Inggris (2 kali), Arsenal di semifinal Piala FA, hingga Olympique Lyon di babak perempat final Liga Champions tentu tak lepas dari Nuno Santo. Pasalnya, Ole Gunnar Solskjaer (United), Mikel Arteta (Arsenal), hingga Rudi Garcia (OL) secara tidak langsung telah "mencurangi" cara Nuno Santo mengungguli Pep.

  • Baca juga: Usai Mahrez dan Laporte, Ilkay Gundogan juga positif Covid-19

Dini hari (22/9), Nuno Santo dengan skema bek Wolves tiga arah kembali menjajal Pep bersama City di Stadion Molineux. (Siaran langsung Mola TV pukul 02.15 WIB). Tidak ada pelatih di liga yang bisa mengalahkan Pep tiga kali. Bisakah Nuno Santo melakukannya?

"Kami akan menunjukkan gaya permainan kami dan tentu saja ingin menyempurnakannya," kata Nuno Santo Empat Empat Dua.

Secara tersirat, pelatih asal Portugal berusia 46 tahun itu tidak akan menggunakan cara yang sama untuk mengalahkan City meski dengan skema permainan yang sama. & # 39; & # 39; Harus diakui, mereka (City) punya kualitas individu pemain yang dipadukan dengan kecepatan mengoper bola. Kalau tidak diperhatikan pasti habis, ā€¯lanjut Nuno Santo yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga Juni 2023.

Baca:  Penantian City berakhir dengan terpilihnya Kevin De Bruyne

Kekuatan sayap dalam transisi ofensif-defensif adalah salah satu alasan skema ini solid kembali tiga Serigala musim lalu. Sayap belakang benar Matt Doherty punya andil.

Sayangnya, Doherty, yang musim lalu menjadi salah satu dari tiga pemain Wolves yang banyak bermain (57 pertandingan) bersama Joao Moutinho dan Leander Dendoncker, telah meninggalkan Compton (basis latihan Wolves). Doherty bergabung dengan Tottenham Hotspur.

Sejauh ini Nuno Santo menarik kembali penyerang sayap Adama Traore untuk menggantikan Doherty. Adama pandai menyerang, tapi kemampuan bertahannya belum teruji sebaik Doherty.

Kemenangan 2-0 atas Sheffield United yang juga mengusung skema tiga bek matchweek pertama (15/9) tunjukkan. "Ini (posisi baru, Red) adalah tantangan dan sulit beradaptasi dalam waktu singkat," ujar Adama yang lulusan Akademi La Masia itu kepada Sky Sports.