JawaPos.com – ’’Di mana pun Frank (De Boer, Red) melatih, dia akan kalah. Sebab, dia selalu kalah dalam setiap laga”. Begitu sindiran Jose Mourinho tiga tahun lalu. Mourinho yang masih menangani Manchester United mengungkapkannya setelah Frank de Boer menjadi pelatih yang dipecat di Premier League pada musim 2017–2018.

Kala itu, De Boer sudah didepak Crystal Palace hanya sebulan setelah start kompetisi. Palace tidak bisa menerima dengan start empat kekalahan beruntun plus tanpa bisa mencetak gol sama sekali.

Setahun sebelumnya (2016), De Boer juga gagal total bersama Inter Milan. Dia hanya bertahan 85 hari atau 15 hari lebih lama ketimbang bersama Palace.

Pertanyaannya sekarang, berapa lama De Boer bertahan bersama timnas Belanda? Kemarin (8/10), start pelatih 50 tahun itu bersama Oranje berakhir dengan kekalahan. Meski hanya berlabel uji coba, kekalahan 0-1 oleh Meksiko di Johan Criujff Arena tersebut membuka peluang saudara Ronald de Boer itu angkat kaki lebih awal.

Media-media Belanda, salah satunya De Telegraaf, memprediksi umur De Boer bersama Oranje bakal pendek. De Boer tidak memungkirinya. ’’Tentu saja, saya sudah berfirasat buruk (dengan kekalahan kemarin, Red),’’ ucap De Boer yang pada 23 September lalu meneken kontrak hingga akhir 2022 sebagai tacticus Oranje itu.

Sejak era 2000-an, pelatih dengan durasi terpendek bersama Oranje masih dipegang Dick Advocaat. Yakni, hanya berlangsung selama enam bulan atau sembilan laga pada tiga tahun lalu.

Hanya, selama era milenial pula, pelatih Belanda memang tidak beruntung saat menjalani debut. Dari tujuh pelatih, hanya karteker Dwight Lodeweges (pengganti Ronald Koeman atau sebelum De Boer) yang mampu mencatat kemenangan.

Baca:  Enam Minggu Absen Karena Muncul Sembilan Menit