JawaPos.com – Sejarah itu akhirnya tercatat. Untuk kali pertama, Paris Saint-German (PSG) akhirnya merasakan final Liga Champion sejak berdiri pada 12 Agustus 1970. Torehan sejarah itu didapat usai menghempaskan wakil Jerman, RB Leipzig dengan tiga gol tanpa balas di Estadio da Luz, Portugal.

Awal-awal pertandingan, kedua tim sudah berinisiatif saling serang. Pada menit tujuh, PSG nyaris membuka keunggulan lewat aksi Neymar. Berawal dari pergerakan Mbappe dari sisi kiri, ia melepaskan umpan terobosan manis kepada Neymar yang muncul dari lini kedua.

Hanya saja Neymar gagal mengkonversikan peluang emas itu menjadi gol dan hanya membentur tiang gawang. Sedangkan tendangan on target pertama dari RB Leipzig dilepaskan oleh Sabitzer dari luar kotak penalti pada menit ke sembilan. Namun, tendangan tersebut terlalu lemah sehingga bisa diamankan Sergio Rico.

Gempuran PSG akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-13, sundulan Marquinhos yang memanfaatkan tendangan bebas Angel Di Maria, berhasil membuat PSG unggul sementara satu gol atas RB Leipzig.

Tertinggal satu gol dan diserang bertubi-tubi membuat para pemain RB Leipzig berusaha untuk keluar dari tekanan. Peluang emas didapatkan RB Leipzig ketika mendapatkan tendangan bebas, namun tendangan Sabitzer masih membentur pagar hidup pemain PSG.

Tak berselang lama, gantian Poulsen yang mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja penyerang RB Leipzig tersebut melepaskan sebuah tendangan yang masih berada tipis di sisi kiri gawang Sergio Rico.

Nasib kurang beruntung dialami Neymar. Lagi-lagi sepakannya pada menit ke-34 dari jarak jauh kembali digagalkan tiang gawang. Menjelang akhir babak pertama, kualitas individu kedua tim terlihat jauh berbeda. Itu terlihat ketika aksi Angel Di Maria di menit ke-42 yang melesatkan tendangan kerasnya dan menggandakan kedudukan jadi 2-0 untuk keunggulan PSG.

Baca:  Ditolak, Buktikan Diri, dan Mampu Membawa Timnya ke Semifinal

Nyaris di sepanjang babak pertama, tim asuhan Julian Nagelsmann tersebut dibuat tak berkutik oleh Neymar cs. Skor babak pertama, RB Leipzig 0 vs 2 PSG.

  • Baca Juga: Melawan RB Leipzig Bisa Membuat Neymar Tidak Enak Hati

Babak kedua, PSG tidak mengendurkan serangannya. Sebaliknya, RB Leipzig masih belum bisa keluar dari tekanan para pemain PSG. Mimpi buruk Leipzig bertambah ketika memasuki menit ke-54. Tandukkan Juan Bernat merobek gawang Leipzig untuk ketiga kalinya. Meski wasit sempat mengecek VAR, gol itu akhirnya disahkan dan membuat keunggulan PSG dari Leipzig makin menjauh.

Wasit mengecek VAER karena awalnya Bernat terlihat berada dalam posisi offside saat mencetak gol ketiga PSG. Namun, VAR menyatakan bahwa ia berada dalam posisi onside sebab ada Upamecano yang sedang terjatuh di sisi kanan jauh pertahanan Leipzig.

Pada menit ke-70, hampir saja Mbappe menambah gol buat PSG. Namun, sundulannya yang memanfaatkan umpang lambung Di Maria masih menyamping dari gawang Gulacsi. Skor 0-3 bertahan hingga laga usai. Di final, Senin 24 Agustus, PSG akan melawan pemenang laga Lyon vs Bayern Munich.

Saksikan video menarik berikut ini: