JawaPos.com – Akhirnya ada yang diraih Romelu Lukaku atas keputusannya meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Inter Milan musim lalu. Bukan trofi juara untuk Inter, melainkan pengakuan terbaik bagi bomber timnas Belgia tersebut.

Sebelum drawing fase grup Liga Europa 2020–2021 di Nyon, Swiss, kemarin (2/10), UEFA menahbiskan Lukaku sebagai Pemain Terbaik Liga Europa 2019–2020. Lukaku menyisihkan gelandang serang United Bruno Fernandes yang menjadi top scorer maupun gelandang Ever Banega yang membawa Sevilla sebagai kampiun ajang tersebut.

Lukaku layak terpilih karena selalu mencetak gol dalam perjalanan Inter dari babak 32 besar sampai final (total 7 gol). ’’(Meraih penghargaan) ini adalah buah dari perjalanan dan rute panjang. Setiap hari saya pergi berlatih. Menjalaninya dengan penuh senyuman dan karena itu ada orang-orang yang membantu saya,’’ tutur Lukaku di laman resmi UEFA.

Rute panjang juga dilalui AC Milan dalam mencapai fase grup Liga Europa musim ini. Bukan hanya merangkak dari tiga fase (kualifikasi kedua, kualifikasi ketiga, dan playoff), melainkan juga membutuhkan rekor unik kemarin.

Gianluigi Donnarumma dkk harus menuntaskan adu penalti sampai 24 kali sebelum menyisihkan wakil Primeira Liga Rio Ave dengan skor 9-8 setelah bermain seri 2-2 hingga babak tambahan waktu.

Kemenangan itu pun dilalui dalam pertandingan bersuhu lumayan dingin. Bahkan, beberapa pemain Rossoneri mengenakan selimut ketika adu penalti. Belum lagi badai yang membuat kepulangan skuad Stefano Pioli harus diundur dari setelah pertandingan pada Kamis malam menjadi Jumat pagi waktu setempat.

’’Anda tak bisa menikmati kemenangan tanpa menderita terlebih dulu,’’ ucap Pioli kepada Football Italia.

Baca:  Ketimbang kiper baru, Juergen Klopp lebih menaruh harapan pada istri Alisson