JawaPos.com – Manajer Manchester City Pep Guardiola yakin timnya akan menemukan konsistensi yang mereka butuhkan setelah meraih kemenangan 3-0 di Liga Champions atas Marseille di Stadion Velodrome, Marseille, Prancis, Rabu (28/10).

City menguasai Grup C dengan enam poin dari dua pertandingan, diikuti oleh Porto dan Olympiacos dengan tiga poin. Sedangkan Marseille berada di dasar klasemen setelah mengalami dua kekalahan.

Tim asuhan Guardiola sedikit tertahan di Liga Premier dan berada di urutan ke-13 dengan delapan poin dari lima pertandingan, lima poin di belakang pemimpin klasemen Everton yang telah memainkan satu pertandingan lagi.

"Kami harus menerima kritik. Kami bermain setiap tiga hari, ketika Anda menang itu bagus tapi jika Anda kalah orang ingin menghancurkan segalanya. Tapi ini tentang pemimpin dan semua orang yang mengerti," kata Guardiola seperti dikutip. Reuters.

"Beberapa kritik memang benar, tetapi Anda harus menerimanya. Itu bagian dari pekerjaan kami. Ini tentang dari mana kami berasal bulan lalu, dengan kurangnya persiapan, cedera, dan COVID-19, tapi di Liga Champions kami sekarang berada di tempat yang bagus. Saya yakin kami akan menemukan konsistensi itu, "katanya.

Sementara itu, Marseille terbukti menjadi sasaran empuk Manchester City yang tampil bagus dan mendominasi permainan meski tuan rumah juga melakukan beberapa ancaman usai turun minum.

"Kami bermain sangat baik, kami tidak kebobolan banyak gol dan kami dalam kontrol, sabar dan agresif tanpa bola. Saya sangat puas dengan penampilan dan hasil, selalu sulit untuk menang jauh dari rumah," kata Guardiola, mengisyaratkan bahwa City senang melawan tim yang menggunakan lima bek.

"Kami bisa bermain di kedua sisi, kami mencoba bermain tinggi dan memanfaatkan lebar lapangan. Raheem Sterling luar biasa, Phil (Foden) juga," ujarnya.

Baca:  Romelu Lukaku Ganas, Brush Denmark, Belgia Lolos ke Babak Final

“Kami tidak menyangka mereka akan bermain dengan lima pemain bertahan sampai kami bisa mengembangkan permainan. Begitu juga dengan Porto. Meskipun kami bermain melawan lima pemain di belakang, kami mampu mengontrol dan mengatur ritme. Kami sangat stabil dalam bertahan. Saya sangat puas dengan cara kami bermain, "pungkasnya.