JawaPos.com – Sepanjang karirnya sebagai pelatih, Antonio Conte belum pernah meraih trofi Eropa. Kesempatan itu bisa datang musim ini. Asal, pada final Liga Europa Sabtu mendatang (22/8), Inter Milan bisa menaklukkan Sevilla di partai puncak.

Inter lolos ke final setelah menang 5-0 atas Shakhtar Donetsk pada semifinal kemarin dini hari.

Final yang berlangsung di RheinEnergieStadion nanti sekaligus menjadi final pertama Inter di Eropa sejak meraih treble winners pada musim 2009–2010.

’’Ini (ke final Liga Europa, Red) memuaskan kami. Bukan hanya saya. Sebab, mayoritas pemain juga mengalami hal yang sama (ke final Eropa kali pertama, Red),’’ ucap Conte sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport.

The Godfather –julukan Conte– tak hanya mengantarkan Nerazzurri ke final. Rival sekota AC Milan itu juga menjadi tim haus gol musim ini. Lima gol ke gawang Shakhtar kemarin menggenapi koleksi 111 gol Inter pada musim 2019–2020.

Itu jadi produktivitas terbaik Inter dalam sejarah melampaui musim 2006–2007 dan 1950–1951.

Laukaku (julukan duet striker Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) jadi protagonis Conte musim ini. Keduanya total menyumbang 54 gol di semua ajang. Atau nyaris separo dari gol keseluruhan yang dimiliki Nerazzurri musim ini.

Tak salah jika Lukaku merasa berutang budi kepada Conte. Sebab, bersama eks pelatih Chelsea tersebut, ketajamannya meningkat pesat. Dua gol dalam laga melawan Shakhtar kemarin membuat koleksinya musim ini menjadi 33 gol.

Dia juga jadi pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam sepuluh laga Liga Europa. Pertandingan kemarin juga membuat striker Belgia tersebut mencatatkan laga ke-50 bagi Inter dalam satu musim. Dia hanya kalah oleh Javier Zanetti (52) dan Samuel Eto’o (53) pada musim 2010–2011.

Baca:  Antonio Conte: Saya tidak yakin masih menjadi Pelatih Inter musim depan

’’Rekor ada untuk dipecahkan (oleh orang lain, Red) di masa depan. Tentu saja kami ingin yang terbaik di final nanti (juara, Red),’’ ujar Lukaku.

Sayang, impian Lukaku untuk bertemu mantan klubnya, Manchester United, gagal terwujud. United gagal ke final setelah disingkirkan Sevilla. ’’United sudah melakukan segalanya untuk mencapai final. Mantan kolegaku (di United) telah menjalani musim yang baik sekali. Solskjaer juga melakukan pekerjaan yang hebat,’’ paparnya.

Hasil Semifinal (18/8)
Inter Milan vs Shakhtar Donetsk 5-0
(Lukaku 19′, 78′; D’Ambrosio 64′; Lautaro 74′, 84′)