JawaPos.com – Tanggal 23 Desember Diego Simeone akan merayakannya ulang tahun kesembilan sebagai entrenador Atletico Madrid. Simeone sukses mengangkat level Atletico sebagai salah satu tim papan atas Eropa.

Pelatih berjuluk El Cholo atau Si Gila itu juga sudah mempersembahkan hampir semua gelar, baik di kancah domestik (La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana) maupun Eropa (Liga Europa dan Piala Super Eropa). Jangan lupa bahwa dua kali Anda nyaris memenangkan Liga Champions (2014 dan 2016).

Namun, ada satu hal yang masih belum selesai, yakni mengalahkan FC Barcelona di La Liga. Dari 17 pertemuan, Cholo bersama Atletico hanya menang enam kali seri dan kalah sebelas lainnya.

  • Baca Juga: Duel Lawan Guardiola, Bukti Mourinho Sebagai Yang Berpengalaman

Sialnya lagi, dia meraih enam kekalahan saat berlaga di kandang sendiri. Keduanya saat masih bermarkas di Estadio Vicente Calderon dan setelahnyatanah rumah di Wanda Metropolitano. Padahal, saat masih bermain, Simeone punya empat kemenangan melawan Barca.

Peluang ke-18 pelatih Argentina itu mengakhiri pertemuan mimpi buruk Barca datang dini hari. Yakni di jornada kesepuluh La Liga di Wanda Metropolitano (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB). "Saya pikir ini adalah kesempatan terbaik saya (mengalahkan Barca di La Liga, Red)," ujar Simeone kepada Marca.

Bukan hanya tren apik Los Colchoneros, yang tak terkalahkan dalam 18 pertandingan sejak musim lalu, yang diunggulkan Simeone. Namun juga kondisi Barca yang masih inkonsisten sejak ditangani Ronald Koeman musim ini.

Di Liga Champions, Barca memang unggul dengan menyapu bersih tiga pertandingan. Namun, di La Liga, Lionel Messi dkk telah empat kali gagal menang (dua di antaranya kalah) dalam tujuh pertandingan.

Baca:  Gol Cristiano Ronaldo, Portugal membantai Andorra 7-0

Sayangnya, eks striker Barca Luis Suarez harus absen karena positif Covid-19. Padahal, Suarez yang selama enam musim membela Barca bisa jadi kartu truf Atletico.

Mengantisipasi absennya El Pistolero, Simeone menyiapkan taktik baru yang dijajal di pemusatan latihan mereka di Tienda Atletico de Madrid, dekat Majadahonda, Madrid.

Simeone berencana mengganti skema 4-4-2 andalannya dengan 4-2-3-1 atau 4-2-2-2. Kuncinya ada di Marcos Llorente. Gelandang serang berusia 25 tahun akan menjadi gelandang serang striker kedua di belakang Joao Felix.

Llorente telah memainkan peran tersebut sebanyak empat kali striker kedua di La Liga musim ini. Dan semua gol dan assistnya (3 gol dan 2 membantu) dihasilkan saat mengambil posisi.

Ditambah lagi sejak musim lalu, Llorente sudah menghasilkan 9 gol dan 7 gol membantu dalam 25 pertandingan striker kedua.

Momen terbanyak mudah diingat adalah skor 2 gol dan 1 membantu Llorente saat menyisihkan Liverpool FC pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim lalu (12/3).

"Pertandingan itu (di Anfield, Red) mengacu pada kemampuan terbaiknya (Llorente) di posisi barunya (striker kedua, Red)," ujar Simeone kepada El Mundo Deportivo.

Tidak kalah pentingnya dalam taktik baru dari Simeone adalah memiliki Koke dan Saul Niguez sebagai poros ganda dengan tugas yang luar biasa. Melapisi kuartet bek, mengarahkan bola dari daerahnya sendiri, juga membantu serangan.